Minggu, 15 Januari 2017

ABSTRAK

Tesis ini berjudul ”Posisi dan Kontribusi Habib Ali Kwitang dalam Penyebaran Islam di Tanah Betawi”. Terpilihnya Habib Ali Kwitang sebagai bahan penelitian tesis ini karena beliau salah satu ulama keturunan Hadramaut yang lahir di tanah Betawi dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam penyebaran Islam di tanah tempat ia dilahirkan.
Penelitian ini sependapat dengan Ahmad Fadli HS dalam tesisnya, ”Ulama Betawi (Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20)”, di mana pada tesis tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan tentang keberadaan ulama Betawi yang belajar di Timur Tengah dan terjalin jaringan intelektual guru-murid (Intellectual Genealogy) di antara mereka. Dalam tesis ini penulis akan mencoba menguraikan jaringan intelektual yang terbentuk antara Habib Ali Kwitang dengan guru dan para muridnya, baik yang berada di luar maupun di dalam negeri. Sehingga terjalin jaringan ulama di nusantara yang termasuk di dalamnya para ulama Betawi.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini ditinjau dari segi sumber merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan untuk mengungkap peran Habib Ali Kwitang dengan menggunakan analisis kualitatif.
Tesis ini menunjukkan bahwa posisi dan kontribusi Habib Ali Kwitang sebagai pendorong, penasihat dan peran aktifnya dalam kancah pergerakan kemerdekaan dan organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan sangat dominan. Di antara peran aktif itu adalah beliau ikut mendorong berdirinya partai politik yang berazaskan Islam pertama kali di Indonesia yang dikenal dengan Partai Syarikat Islam (PSII) pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto dan H. Agus Salim (teman seperjuangan beliau ketika sama-sama dijebloskan penjara oleh tentara pendudukan Jepang). Beliau ikut mendirikan Perkumpulan Jamiyatul Khair pada tahun 1901, yaitu organisasi yang berorientasi kepada pendidikan Islam yang formal dan modern. Beliau juga turut mendirikan Rabithah Alawiyah di tahun 1928, yaitu sebuah organisasi yang bertujuan mencari dan menjaga sanad keturunan keluarga Rasulullah SAW.
Kontribusi lain dari Habib Ali Kwitang terhadap Islamisasi di tanah Betawi di antaranya pertama, dengan mendirikan majelis taklim pertama yang pernah ada di tanah Betawi dan dari sinilah cikal bakal berdirinya majelis-majelis taklim di Nusantara. Kedua, Beliau juga mendirikan madrasah modern kedua – setelah Jamiyatul Khair, Tanah Abang, Jakarta Pusat – di kalangan masyarakat Betawi yang bernama Madrasah Unwanul Falah. Ketiga, di mana masjid yang juga menjadi salah satu simbol eksistensi ajaran Islam di satu tempat oleh Habib Ali Kwitang juga didirikan. Keempat, kiprah lain yang tak bisa dipungkiri dari kontribusi beliau adalah dakwah bil lisan yang kerap dilakukan oleh Habib Ali Kwitang yang disebut dengan tasuwir/ taswiran yang pada zaman itu begitu sangat memukau siapa pun yang mendengarnya. Ajaran-ajaran Islam yang disampaikan melalui pidato-pidato beliau sangat mudah diserap oleh berbagai kalangan tua maupun muda. Kelima, melalui karya-karya tulis beliau yang berisi sejarah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kesimpulan terakhir bahwa Habib Ali Kwitang dalam jaringan ulama Nusantara memiliki posisi dan kontribusi yang sangat signifikan di dalamnya dengan terbentuknya proses jaringan intelektual guru-murid (Intellectual Genealogy) yang tersebar di berbagai daerah dan negara, baik di tanah Betawi sendiri maupun di daerah atau negara lain.

Kata kunci: Peran – Kontribusi – Habib Ali Kwitang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar