ABSTRAK
Tesis
ini berjudul ”Posisi dan Kontribusi Habib Ali Kwitang dalam Penyebaran Islam di
Tanah Betawi”. Terpilihnya Habib Ali Kwitang sebagai bahan penelitian tesis ini
karena beliau salah satu ulama keturunan Hadramaut yang lahir di tanah Betawi
dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam penyebaran Islam di tanah
tempat ia dilahirkan.
Penelitian
ini sependapat dengan Ahmad Fadli HS
dalam tesisnya, ”Ulama Betawi (Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan
Kontribusinya terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20)”, di mana pada
tesis tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan tentang keberadaan ulama Betawi yang
belajar di Timur Tengah dan terjalin jaringan intelektual guru-murid (Intellectual Genealogy) di antara
mereka. Dalam tesis ini penulis akan mencoba menguraikan jaringan intelektual
yang terbentuk antara Habib Ali Kwitang dengan guru dan para muridnya, baik
yang berada di luar maupun di dalam negeri. Sehingga terjalin jaringan ulama di
nusantara yang termasuk di dalamnya para ulama Betawi.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini ditinjau dari
segi sumber merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan
untuk mengungkap peran Habib Ali Kwitang dengan menggunakan analisis
kualitatif.
Tesis ini
menunjukkan bahwa posisi dan kontribusi Habib Ali Kwitang sebagai pendorong,
penasihat dan peran aktifnya dalam kancah pergerakan kemerdekaan dan organisasi
keagamaan dan organisasi kemasyarakatan sangat dominan. Di antara peran aktif
itu adalah beliau ikut mendorong berdirinya partai politik yang berazaskan
Islam pertama kali di Indonesia yang dikenal dengan Partai Syarikat Islam
(PSII) pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto dan H. Agus Salim (teman seperjuangan
beliau ketika sama-sama dijebloskan penjara oleh tentara pendudukan Jepang). Beliau
ikut mendirikan Perkumpulan Jamiyatul Khair pada tahun 1901, yaitu organisasi
yang berorientasi kepada pendidikan Islam yang formal dan modern. Beliau juga
turut mendirikan Rabithah Alawiyah di tahun 1928, yaitu sebuah organisasi yang
bertujuan mencari dan menjaga sanad keturunan keluarga Rasulullah SAW.
Kontribusi lain dari Habib Ali Kwitang terhadap
Islamisasi di tanah Betawi di antaranya pertama,
dengan mendirikan majelis taklim pertama yang pernah ada di tanah Betawi dan dari sinilah cikal bakal berdirinya majelis-majelis
taklim di Nusantara. Kedua, Beliau juga mendirikan madrasah modern kedua – setelah
Jamiyatul Khair, Tanah Abang, Jakarta Pusat – di kalangan masyarakat Betawi
yang bernama Madrasah Unwanul Falah. Ketiga, di mana masjid yang juga menjadi salah satu simbol eksistensi
ajaran Islam di satu tempat oleh Habib Ali Kwitang juga didirikan. Keempat, kiprah lain yang tak bisa
dipungkiri dari kontribusi beliau adalah dakwah bil lisan yang kerap dilakukan
oleh Habib Ali Kwitang yang disebut dengan tasuwir/
taswiran yang pada zaman itu begitu sangat memukau siapa pun yang
mendengarnya. Ajaran-ajaran Islam yang disampaikan melalui pidato-pidato beliau
sangat mudah diserap oleh berbagai kalangan tua maupun muda. Kelima, melalui karya-karya tulis beliau
yang berisi sejarah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kesimpulan terakhir bahwa Habib
Ali Kwitang dalam jaringan ulama Nusantara memiliki posisi dan kontribusi yang
sangat signifikan di dalamnya dengan terbentuknya proses jaringan intelektual guru-murid
(Intellectual Genealogy) yang
tersebar di berbagai daerah dan negara, baik di tanah Betawi sendiri maupun di
daerah atau negara lain.
Kata kunci: Peran – Kontribusi – Habib Ali Kwitang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar